Mengetik 10 Jari itu (Tidak)mudah

Sejak tinggal di Perth ini saya lumayan mempunyai banyak waktu. Awalnya saya sering bingung harus ngapain, apa lagi buat saya yang terhitung workaholic. Pada akhirnya saya mencoba melakukan hal-hal kecil, seperti memulai lagi kebiasaan menulis. Saat mengetik itu saya baru sadar, bahwa kemampuan jari saya buat mengetik belum 10 jari, dan sering typo (jadi kalau ada typo maafkan ya, try to fix it hehe).

Jadi, salah satu cara saya menghabiskan waktu adalah dengan mencoba mengetik 10 jari. Jujur, sampai sekarang saya masih merasa sulit karena kebiasaan yang sudah terbentuk puluhan tahun. Lalu kenapa mau belajar mengetik 10 jari? 

Yang pertama adalah kecepatan. Dengan menggunakan semua jari, kita bisa mengetik lebih cepat (kalau sudah lancar tentunya hehe) karena menggunakan tombol secara efisien. Kedua, 

dengan mengetik 10 jari, bisa kelelahan pada jari-jari karena beban pengetikan terdistribusi dengan baik di seluruh tangan. Yang terakhir akan lebih akurat dan konsisten dalam menekan tombol karena masing-masing jari sudah ada bagiannya sendiri.

Bagian paling sulit buat saya saat belajar koordinasi tangan kanan terutama jari manis dan kelingking. Ini terjadi karena biasanya tanggan kanan saya yang aktif hanya jadi telunjuk dan tengah. Tentu saja ini membutuhkan waktu dan latihan yang konsisten agar bisa meningkatkan kecepatan dan ketepatan mengetik secara signifikan.

Dari pengalaman saya belajar mengetik 10 jari, berikut ini tips dari saya buat yang ingin belajar :

1. Gunakan posisi jari yang benar. Letakkan jari-jari di atas tombol-tombol yang tepat. Gunakan jari telunjuk untuk tombol F dan J sebagai posisi awal (ada garis di tombol F dan J sebagai Patokan.

2.Mulai dengan pelan-pelan. Mulailah dengan latihan dasar dan fokus pada mengingat posisi tombol dan mengetik dengan cepat tanpa melihat ke keyboard. Jangan khawatir merasa pelan atau sering salah, seiring waktu akan membaik.

3. Sediakan waktu 30 menit untuk latihan dengan materi yang bervariasi. Coba latihan dengan mengetik teks-teks yang berbeda, seperti artikel, surat, atau cerita pendek. Ini akan membantu mengembangkan kecepatan dan ketepatan mengetik dalam berbagai konteks. Tulisan ini juga bagian dari latihan saya.

Dari sini saya belajar bahwa mengubah kebiasaan puluhan tahun itu sangat sulit awal-awal otak saya rasayanya freeze dan tidak bisa berkordinasi dengan baik antara otak dan otot. Kalau sekarang agak lumayan tapi masih belum cepat dan penempatan jari masih beberapa kali salah. But well, there’s a progress. See ya..


Comments

Leave a comment